Selasa, 10 Desember 2013

Peran Guru sebagai Pengajar dan Pendidik


Tugas Pengantar Pendidikan
“Peran Guru sebagai Pengajar dan Pendidik”
Yang Diampu Dr. Sri Pawiti, M.Pd.

 
 
                                                Disusun oleh :
                                                Meyla Hazizah           (12144600131)
                                                Mirza Faris S             (12144600126)
                                                Nur Ernawati              (12144600141)
                                                Septi Martiana           (12144600121)
                                                Kelas A4-12



UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2012




KATA PENGANTAR

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga makalah bahan presentasi ini dapat terselesaikan. Makalah ini disusun berdasar hasil analisis kebutuhan dalam mempresentasikan materi  pembelajaran mata kuliah pengantar pendidikan pada program studi PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta.
            Dengan tersedianya makalah ini, kelompok kami akan lebih mudah menyampaikan dan mempelajari mata kuliah pengantar pendidikan terutama dalam materi GURU SEBAGAI PENGAJAR DAN PENDIDIK. Diharapkan dengan adanya makalah ini dapat memenuhi tugas kelompok yang telah di perintahkan.
            Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini belum sempurna, dibeberapa kata maupun kalimat masih terdapat kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun demi meningkatkan kualitas akan kami terima secara terbuka.
                                                                                                            Yogyakarta, September 2012
                                                                                                                             Penyusun









BAB I
PENDAHULUAN
A.    Pengertian Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam hidup dan kehidupan manusia. Tidak ada manusia di dunia ini yang hidup tanpa pendidikan. Apapun profesi seseorang, baik sebagai pejabat, politikus, pengusaha, ekonom, budayawan, olahragawan, dan lain-lain, pendidikanlah yang mengantarkannya kepada keberhasilan yang diraihnya. Dan guru merupakan sosok yang menjadi bagian terpenting dalam dunia pendidikan.
Guru merupakan subyek yang menjadi fokus bahasan ini, karena siapapun sependapat bahwa guru merupakan unsur utama dalam keseluruhan proses pendidikan. Tanpa guru, pendidikan hanya akan menjadi slogan muluk karena segala bentuk kebijakan dan program pada akhirnya akan ditentukan oleh kinerja pihak yang berada di garis terdepan, yaitu guru.

B.     Pentingnya Sikap Guru
                        Psikolog pendidikan Jeanne Ellis Ormrod (2003:342) menyatakan sebagai guru, kami “mengajar” tidak hanya apa yang kami katakan tetapi juga apa yang kami perbuat. “Seperti juga apa yang dikatakan oleh Pendidik pemenang penghargaan, menunjukkan bahwa (guru adalah) agen aktif yang kata-kata dan kebaikanya merubah kehidupan dan membentuk masa depan untuk saat senang dan susah. Guru dapat melakukan kekuatan dan pengaruh dalam kehidupan murid mereka” (Nieto 2003:19). Pastinya murid belajar dari peniruan, dan guru adalah model untuk muridnya. Pada tingkat SD, guru diidolakan oleh muridnya.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Guru
Dalam Undang-Undang Guru (pasal 1 ayat 1) dinyatakan bahwa: Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Dulu, guru berperan sebagai penyampai materi ajar, pengalihan pengetahuan, pengalih keterampilan, serta merupakan satu-satunya sumber belajar. Namun kini guru sudah berubah peran menjadi pembimbing, pembina, pengajar, dan pelatih.
. Beratnya tanggung jawab bagi guru menyebabkan pekerjaan guru harus memerlukan keahlian khusus. Untuk itu pekerjaan guru tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan. Sekali guru berbuat salah, maka akan berdampak terhadap tercorengnya dunia pendidikan secara global.

B.      Peran Guru
1.      Guru sebagai Pendidik
Pendidik dalam Undang-undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 didefinisikan dengan tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, Bab XI Pasal 39 Ayat 2 dikatakan bahwa Guru sebagai pendidik adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Peran guru sebagai pendidik merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat.
Peran guru sebagai pendidik merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas- tugas memberi bantuan dan dorongan, tugas-tugas pengawasan dan pembinaan serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkah laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.
Model pembelajaran berkarakter :
a.       Pembiasaan, adalah sesuatu yang sengaja dilakukan secara berulang-ulang agar sesuatu itu dapat menjadi kebiasaan.
b.      Keteladanan, memiliki fungsi untuk membentuk kepribadian anak guna menyiapkan dan mengembangkan SDM.
c.       Pembinaan disiplin peserta didik, guru harus mampu menumbuhkan disiplin peserta didik, terutama disiplin diri (self-discipline)


2.      Guru sebagai Pengajar
Guru adalah seseorang yang pekerjaannya mengajar. Maka, dalam hal ini guru yang dimaksudkan adalah guru yang memberi pelajaran atau memberi materi pelajaran pada sekolah-sekolah formal dan memberikan pelajaran atau mengajar materi pelajaran yang diwajibkan kepada semua siswanya berdasarkan kurikulum yang ditetapkan.

Peran guru ialah pola tingkah laku tertentu yang merupakan ciri-ciri khas semua petugas dari pekerjaan atau jabatan tertentu. Guru harus bertanggung jawab atas hasil kegiatan belajar anak melalui interaksi belajar mengajar. Guru merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya proses belajar, dan karenanya guru harus menguasai prinsip-prinsip belajar di samping menguasai materi yang akan diajarkan. Dengan kata lain guru harus mampu menciptakan suatu kondisi belajar yang sebaik-baiknya.
Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya:
1.      Motivasi
2.      Kematangan
3.      Hubungan peserta didik dengan guru
4.      Tingkat kebebasan
5.      Rasa aman
6.      Keterampilan guru dalam berkomunikasi
Jika faktor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran, peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.
Dalam kegiatan pembelajaran, guru akan bertindak sebagai fasilisator dan motivator yang bersikap akrab dengan penuh tanggung jawab, serta memperlakukan peserta didik sebagai mitra dalam menggali dan mengolah informasi menuju tujuan belajar mengajar yang telah direncanakan. Guru dalam melaksanakan tugas profesinya selalu dihadapkan pada berbagai pilihan, karena kenyataan di lapangan kadang tidak sesuai dengan harapan, seperti cara bertindak, bahan belajar yang paling sesuai, metode penyajian yang paling efektif, alat bantu yang paling cocok, langkah-langkah yang paling efisien, sumber belajar yang paling lengkap, sistem evaluasi yang sesuai.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran, yaitu:
1.      Membuat ilustrasi
2.      Bertanya dan merespon
3.      Menciptakan kepercayaan
4.      Memberikan pandangan yang bervariasi
5.      Menyediakan media untuk mengkaji materi
6.      Meyesuaikan metode pembelajaran
Agar pembelajaran memiliki kekuatan yang maksimal, guru harus senantiasa berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat yang telah dimilikinya ketika mempelajari materi.










BAB III
PENUTUP

Proses pendidikan merupakan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dan guru merupakan sosok yang menjadi bagian terpenting dalam dunia pendidikan.
Dalam dunia pendidikan maupun pengajaran, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran kepada anak didiknya. Namun, guru juga harus memberikan bimbingan, latihan, bahkan teladan bagi anak didiknya. Guru sebagai pendidik berperan dalam pengawasan dan pembinaan serta tugas-tugas yang berkaitan dalam mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan dan norma hidup. Guru sebagai pembimbing berperan memberikan bantuan kepada siswa dalam pemecahan masalah yang dihadapinya, baik yang berkenaan dengan pengetahuan, maupun yang menyangkut pengembangan kepribadian siswa. Guru sebagai pengajar lebih menekankan kepada tugas dalam merencanakan dan melaksanakan pengajaran. Sedangkan guru sebagai pelatih berperan memberikan pengawasan dan peluang bagi peserta didik untuk mengembangkan cara-cara pembelajarannya sendiri sebagai latihan untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal.






DAFTAR PUSTAKA
Parkay, Forrest W. 2008. Menjadi Seorang Guru. Jakarta: Indeks.
Mulyasa, H.E. 2011. Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
Hamalik, Oemar. 2007. Psikologi Belajar dan Mengajar. Jakarta: Sinar Baru Algesindo.













1 komentar: