Tugas Pengantar Pendidikan
“Peran Guru sebagai Pengajar dan
Pendidik”
Yang Diampu Dr. Sri Pawiti, M.Pd.
Disusun
oleh :
Meyla
Hazizah (12144600131)
Mirza
Faris S (12144600126)
Nur
Ernawati (12144600141)
Septi
Martiana (12144600121)
Kelas
A4-12
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2012
KATA PENGANTAR
Pertama-tama
marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan
rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga makalah bahan presentasi ini dapat
terselesaikan. Makalah ini disusun berdasar hasil analisis kebutuhan dalam
mempresentasikan materi pembelajaran
mata kuliah pengantar pendidikan pada program studi PGSD Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta.
Dengan tersedianya makalah ini,
kelompok kami akan lebih mudah menyampaikan dan mempelajari mata kuliah
pengantar pendidikan terutama dalam materi GURU SEBAGAI PENGAJAR DAN PENDIDIK.
Diharapkan dengan adanya makalah ini dapat memenuhi tugas kelompok yang telah
di perintahkan.
Kami menyadari bahwa dalam
penyusunan makalah ini belum sempurna, dibeberapa kata maupun kalimat masih
terdapat kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang
bersifat membangun demi meningkatkan kualitas akan kami terima secara terbuka.
Yogyakarta,
September 2012
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Pengertian Pendidikan
Pendidikan adalah suatu hal yang tidak dapat
dipisahkan dalam hidup dan kehidupan manusia. Tidak ada manusia di dunia ini
yang hidup tanpa pendidikan. Apapun profesi seseorang, baik sebagai pejabat,
politikus, pengusaha, ekonom, budayawan, olahragawan, dan lain-lain,
pendidikanlah yang mengantarkannya kepada keberhasilan yang diraihnya. Dan guru
merupakan sosok yang menjadi bagian terpenting dalam dunia pendidikan.
Guru
merupakan subyek yang menjadi fokus bahasan ini, karena siapapun sependapat
bahwa guru merupakan unsur utama dalam keseluruhan proses pendidikan. Tanpa
guru, pendidikan hanya akan menjadi slogan muluk karena segala bentuk kebijakan
dan program pada akhirnya akan ditentukan oleh kinerja pihak yang berada di
garis terdepan, yaitu guru.
B.
Pentingnya
Sikap Guru
Psikolog
pendidikan Jeanne Ellis Ormrod (2003:342) menyatakan sebagai guru, kami
“mengajar” tidak hanya apa yang kami katakan tetapi juga apa yang kami perbuat.
“Seperti juga apa yang dikatakan oleh Pendidik pemenang penghargaan,
menunjukkan bahwa (guru adalah) agen aktif yang kata-kata dan kebaikanya
merubah kehidupan dan membentuk masa depan untuk saat senang dan susah. Guru
dapat melakukan kekuatan dan pengaruh dalam kehidupan murid mereka” (Nieto 2003:19).
Pastinya murid belajar dari peniruan, dan guru adalah model untuk muridnya.
Pada tingkat SD, guru diidolakan oleh muridnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Guru
Dalam
Undang-Undang Guru (pasal 1 ayat 1) dinyatakan bahwa: Guru adalah pendidik profesional
dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,
menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur
pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Dulu,
guru berperan sebagai penyampai materi ajar, pengalihan pengetahuan, pengalih
keterampilan, serta merupakan satu-satunya sumber belajar. Namun kini guru
sudah berubah peran menjadi pembimbing, pembina, pengajar, dan pelatih.
.
Beratnya tanggung jawab bagi guru menyebabkan pekerjaan guru harus memerlukan
keahlian khusus. Untuk itu pekerjaan guru tidak dapat dilakukan oleh sembarang
orang di luar bidang pendidikan. Sekali guru berbuat salah, maka akan berdampak
terhadap tercorengnya dunia pendidikan secara global.
B.
Peran Guru
1. Guru sebagai Pendidik
Pendidik
dalam Undang-undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 didefinisikan dengan tenaga
kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, tutor,
instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya,
serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Dalam
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, Bab XI Pasal 39 Ayat 2 dikatakan bahwa Guru
sebagai pendidik adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan
melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan
pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat.
Peran
guru sebagai pendidik merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas
memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan
(supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar
anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam
keluarga dan masyarakat.
Peran
guru sebagai pendidik merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas- tugas
memberi bantuan dan dorongan, tugas-tugas pengawasan dan pembinaan serta
tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi
patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat.
Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak
untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut. Oleh karena itu tugas guru
dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab
pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkah
laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.
Model pembelajaran berkarakter :
a. Pembiasaan, adalah sesuatu yang
sengaja dilakukan secara berulang-ulang agar sesuatu itu dapat menjadi
kebiasaan.
b. Keteladanan, memiliki fungsi untuk
membentuk kepribadian anak guna menyiapkan dan mengembangkan SDM.
c. Pembinaan disiplin peserta didik,
guru harus mampu menumbuhkan disiplin peserta didik, terutama disiplin diri (self-discipline)
2.
Guru sebagai Pengajar
Guru adalah seseorang yang pekerjaannya mengajar. Maka,
dalam hal ini guru yang dimaksudkan adalah guru yang memberi pelajaran atau
memberi materi pelajaran pada sekolah-sekolah formal dan memberikan pelajaran
atau mengajar materi pelajaran yang diwajibkan kepada semua siswanya
berdasarkan kurikulum yang ditetapkan.
Peran guru ialah pola tingkah laku tertentu yang
merupakan ciri-ciri khas semua petugas dari pekerjaan atau jabatan tertentu.
Guru harus bertanggung jawab atas hasil kegiatan belajar anak melalui interaksi
belajar mengajar. Guru merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil atau
tidaknya proses belajar, dan karenanya guru harus menguasai prinsip-prinsip
belajar di samping menguasai materi yang akan diajarkan. Dengan kata lain guru
harus mampu menciptakan suatu kondisi belajar yang sebaik-baiknya.
Kegiatan belajar peserta didik
dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya:
1. Motivasi
2. Kematangan
3. Hubungan
peserta didik dengan guru
4. Tingkat
kebebasan
5. Rasa aman
6. Keterampilan
guru dalam berkomunikasi
Jika
faktor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran, peserta didik dapat
belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi
peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.
Dalam kegiatan pembelajaran, guru akan bertindak sebagai
fasilisator dan motivator yang bersikap akrab dengan penuh tanggung jawab,
serta memperlakukan peserta didik sebagai mitra dalam menggali dan mengolah
informasi menuju tujuan belajar mengajar yang telah direncanakan. Guru dalam melaksanakan
tugas profesinya selalu dihadapkan pada berbagai pilihan, karena kenyataan di
lapangan kadang tidak sesuai dengan harapan, seperti cara bertindak, bahan
belajar yang paling sesuai, metode penyajian yang paling efektif, alat bantu
yang paling cocok, langkah-langkah yang paling efisien, sumber belajar yang
paling lengkap, sistem evaluasi yang sesuai.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang
guru dalam pembelajaran, yaitu:
1. Membuat
ilustrasi
2. Bertanya dan
merespon
3. Menciptakan
kepercayaan
4. Memberikan
pandangan yang bervariasi
5. Menyediakan
media untuk mengkaji materi
Agar pembelajaran memiliki kekuatan yang maksimal, guru
harus senantiasa berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat yang
telah dimilikinya ketika mempelajari materi.
BAB III
PENUTUP
Proses pendidikan merupakan merupakan suatu hal yang tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan manusia. Dan guru merupakan sosok yang menjadi bagian
terpenting dalam dunia pendidikan.
Dalam dunia pendidikan maupun pengajaran, guru tidak hanya bertugas
menyampaikan materi pelajaran kepada anak didiknya. Namun, guru juga harus
memberikan bimbingan, latihan, bahkan teladan bagi anak didiknya. Guru sebagai
pendidik berperan dalam pengawasan dan pembinaan serta tugas-tugas yang
berkaitan dalam mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap
aturan-aturan dan norma hidup. Guru sebagai pembimbing berperan memberikan
bantuan kepada siswa dalam pemecahan masalah yang dihadapinya, baik yang
berkenaan dengan pengetahuan, maupun yang menyangkut pengembangan kepribadian
siswa. Guru sebagai pengajar lebih menekankan kepada tugas dalam
merencanakan dan melaksanakan pengajaran. Sedangkan guru sebagai pelatih
berperan memberikan
pengawasan dan peluang bagi peserta didik untuk mengembangkan cara-cara
pembelajarannya sendiri sebagai latihan untuk mencapai hasil pembelajaran yang
optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Parkay, Forrest W. 2008. Menjadi Seorang Guru. Jakarta: Indeks.
Mulyasa, H.E. 2011. Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
Hamalik, Oemar. 2007. Psikologi Belajar dan Mengajar. Jakarta: Sinar Baru Algesindo.

terima kasih infonya, membantu tugas saya
BalasHapus