KETERAMPILAN
MEMBACA
A.
Hakikat
Membaca sebagai Aspek Keterampilan Berbahasa
1.
Pengertian
Membaca
Beberapa pengertian
tentang membaca, yaitu:
a. Membaca
sebagai proses melisankan paparan bahasa tulis.
b. Membaca
sebagai kegiatan memberikan persepsi secara tertulis.
c. Membaca
adalah penerapan seperangkat keterampilan kognitif untuk memperoleh pemahaman
dari tuturan tertulis yang dibaca.
d. Membaca
sebagai proses berpikir dan bernalar.
e. Membaca
sebagai proses pemberian makna kepada simbol-simbol visual.
Berbagai
perbedaan dari pengertian membaca tersebut terletak pada lingkup masalah yang
dimasukkan ke dalam membaca.
Berikut ini tiga
pengertian membaca berdasarkan perbedaan lingkup masalah:
a. Pengertian
sempit, yaitu pengertian yang menganggap membaca adalah proses pengenalan simbol-simbol
tertulis. Pengertian sempit ini tidak memasukkan proses pemahaman dan
penafsiran makna sebagai bagian dari proses berpikir yang menyertai proses
membaca.
b. Pengertian
agak luas, pengertian ini memusatkan diri pada proses pemahaman makna atau isi
bacaan. Masalah reaksi pembaca terhadap bacaan dan kreativitas pembaca dalam
menemukan nilai, fungsi, dan signifikasi bacaan itu dipandang bukan merupakan
masalah membaca.
c. Pengertian
luas, pengertian ini memandang membaca meliputi pula proses atau kegiatan
memberikan respons kritis-kreatif terhadap bacaan dalam menemukan signifikasi,
nilai, fungsi, dan hubungan isi bacaan itu dengan suatu kehidupan yang lebih
luas serta dampak dari masalah yang dipaparkan pengarang.
2.
Manfaat
Membaca
Dengan
membaca, kita dapat mengetahui peristiwa-peristiwa waktu lampau atau waktu
sekarang di tempat lain atau berbagai cerita yang menarik tentang kehidupan di
dunia ini. Karena itu, sebagai salah satu jenis keterampilan berbahasa,
keterampilan membaca sangat diperlukan dalam dunia modern seperti sekarang ini.
B.
Ragam
Membaca
Ragam membaca menurut
Jazir Burhan (1976) via Sunarti dan Anggraini (2009: 60), yaitu:
1.
Membaca
Internsif
Membaca
intensif adalah membaca yang dilakukan dengan hati-hati dan teliti sekali, dan
biasanya cara membacanya lambat-lambat. Tujuannya adalah untuk memahami
keseluruhan bahan bacaan itu sampai kepada bagian yang sekecil-kecilnya.
2.
Membaca
Kritis
Kegiatan
membaca ini merupakan jenis kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana,
bukan hanya mencari kesalahan belaka. Penggunaan teknik membaca kritis
memberikan manfaat berupa penilaian yang beralasan serta pemahaman yang mantap
sebagai akibat keterlibatan yang mendalam dengan bahan bacaan.
3.
Membaca
Cepat
Dibedakan menjadi:
a. Skimming,
merupakan teknik membaca cepat untuk mencari hal-hal yang penting atau mencari
pokok dari suatu bacaan. Membaca dengan teknik skimming artinya membaca untuk menemukan sesuatu yang diperlukan.
b. Scanning,
merupakan suatu teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca
yang lainnya.
Membaca
adalah aktivitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan yang
terpisah-pisah. Pemahaman dan kecepatan membaca menjadi sangat tergantung pada
kecakapan dalam menjalankan setiap organ tubuh yang diperlukan untuk itu.
Beikut ini hal-hal yang
bisa menghambat dalam kegiatan membaca:
a. Vokalisasi
Vokalisasi atau membaca
dengan bersuara sangat memperlambat membaca, karena itu berarti mengucapkan
kata demi kata dengan lengkap.
b. Gerakan
bibir
Menggerakkan bibir atau
komat-kamit sewaktu membaca, sekalipun tidak mengeluarkan suara, sama
lambatnya dengan membaca bersuara.
c. Gerakan
kepala
Semasa kanak-kanak
penglihatan memang masih sulit menguasai seluruh penampang bacaan. Akibatnya
adalah menggerakkan kepala dari kiri ke kanan untuk dapat membaca baris-baris
bacaan secara lengkap. Namun setelah dewasa penglihatan telah mampu secara
optimal sehingga seharusnya cukup mata saja yang bergerak. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa membaca dengan menggerakkan kepala akan menghambat dalam
kegiatan membaca.
d. Menunjuk
dengan jari
Membaca dengan menunjuk
dengan jari atau benda lain sangat menghambat membaca sebab gerakan tangan
lebih lambat daripada gerakan mata.
e. Regresi
Kebiasaan selalu
kembali ke belakang (regresi) untuk melihat kata atau beberapa kata yang baru
dibaca akan menjadi hambatan yang serius dalam membaca.
f. Subvokalisasi
Subvokalisasi atau
melafalkan dalam batin/pikiran kata-kata yang dibaca dapat menghambat membaca
karena pembaca menjadi lebih memperhatikan bagaimana melafalkan secara benar
daripada berusaha memahami ide yang dikandung dalam kata-kata yang dibaca
tersebut.
4.
Membaca untuk Keperluan Praktis
Salah
satu tujuan dari membaca adalah sebagai sarana untuk memahami setiap bacaan
yang perlu untuk dibaca dengan praktis, sesuai denga kebutuhan masing-masing
atau tujuan yang hendak dicapai oleh pembaca.
5.
Membaca
untuk Keperluan Studi
Membaca
untuk studi ialah membaca untuk memahami isi buku secara keseluruhan, baik
pikiran pokok maupun pikiran-pikiran penjelas sehingga pemahaman yang komprehensif
(mendalam dan utuh) tentang isi buku tercapai.
C.
Teknik
Membaca
1.
Teknik
Membaca Pre Reading Plan (PReP)
Penggunaan
teknik PRep mengandung dua kegiatan: melibatkan murid-murid/para mahasiswa
dalam diskusi kelompok mengenai konsep-konsep utama dan menganilisis hakikat
tanggapan murid/mahasiswa.
Prosedur penggunaan
teknik PReP:
a. Melibatkan
murid-murid/para mahasiswa dalam diskusi kelompok
Langkah
1
Asosiasi
awal dengan konsep (apa yang muncul dalam pikiran Anda ketika...?)
Langkah
2
Refleksi
mengenai asosiasi awal (apa yang membuat Anda memikirkan tentang...?)
Langkah
3
Reformulasi
pengetahuan (apakah Anda mempunyai gagasan-gagasan baru tentang...?)
b. Menganalisis
tanggapan murid/mahasiswa
Kegiatan ini memberikan
kesempatan kepada guru/dosen untuk memperoleh informasi diagnostik yang
diperlukan untuk menentukan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan
murid-murid/para mahasiswa.
2.
SQ3R
SQ3R
merupakan metode membaca untuk menemukan ide-ide pokok dan pendukung ide pokok
juga membantu pembaca dapat mengingat lebih lama. SQ3R mencakup lima langkah
kegiatan yaitu survey, question, read,
recite, dan review.
Langkah
1: survey (penelaahan pendahuluan)
Survey
dilakukan sebelum membaca keseluruhan isi buku. Semua unsur dilihat sekilas
untuk mengenal seluruh anatomi buku.
Langkah
2: question (bertanya)
Sebelum
mengetahui keseluruhan isi buku biasanya dalam hati calon pembaca akan muncul
berbagai pertanyaan seputar isi buku. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan
menuntun pembaca untuk memahami bacaan sehingga pembaca bersikap aktif dan
kritis, tidak saja hanya mengikuti apa yang dikatakan pengarang.
Langkah
3: read (baca)
Setelah
melakukan kegiatan survey dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan, pembaca mulai
melakukan kegiatan membaca. Dengan memperlambat cara membaca pada bagian-bagian
yang penting atau dianggap sulit dan mempercepat kembali pada bagian-bagian
yang tidak penting atau telah diketahui akan meningkstkan efektifitas membaca.
Langkah
4: recite (mengutarakan kembali)
Setiap
selesai membaca satu bagian maka sebaiknya berhenti sejenak untuk membuat
catatan-catatan penting. Catatan itu dapat berupa kutipan, simpulan, atau
komentar. Catatan-catatan tersebut akan membantu untuk mengingat apa yang sudah
dibaca agar tidak sampai terjadi begitu selesai membaca, hilang pula apa yang
telah dibaca.
Langkah
5: review (mengulang kembali)
Setelah
selesai membaca buku secara keseluruhan, tinjau kembali hal-hal penting yang
telah dibaca. Tentukan bagian-bagian penting yang perlu diingat kembali,
terutama hal-hal yang telah diberi tanda atau digarisbawahi. Pengulangan
kembali ini akan membantu daya ingat untuk memperjelas pemahaman terhadap
bacaan, juga membantu menemukan hal penting yang mungkin terlewat sebelumnya.
D.
Tujuan
Umum Pembelajaran Membaca
Tujuan
umum pembelajaran membaca ialah membina siswa agar memiliki:
1.
Kemampuan/keterampilan
yang baik dalam membaca yang tersurat, tersirat, dan tersorot dari macam-macam
tuturan tertulis yang dibacanya.
2.
Pengetahuan yang sahih
tentang nilai dan fungsi membaca, dan teknik membaca untuk mencapai tujuan
tertentu.
3.
Sikap yang positif
terhadap membaca dan belajar membaca.