KETERAMPILAN
MENULIS
A.
Hakikat
Menulis sebagai Aspek Keterampilan Berbahasa
1.
Pengertian
Menulis
Menulis
ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan
suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang-orang lain dapat membaca
lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan grafik
tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu (Sunarti dan
Anggraini, 2009: 87).
2.
Fungsi
dan Tujuan Menulis
Pada
prinsipnya fungsi utama dari tulisan adalah sebagai alat komunikasi yang tidak
langsung.
Hugo Hartig (via
Tarigan, 1982: 26, via Sunarti dan Anggraini 2009: 89) merangkum tujuan
penulisan sebagai berikut:
a. Assignment purpose
(tujuan penugasan)
Penulis menulis sesuatu
karena ditugaskan, bukan atas kemauan sendiri (misalnya para siswa yang diberi
tugas merangkum buku).
b. Altruistic purpose
(tujuan altruistik)
Penulis bertujuan untuk
menyenangkan para pembaca, menghindarkan kedukaan para pembaca, ingin menolong
para pembaca memahami, menghargai perasaan dan penalarannya, ingin membuat
hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu.
Seseorang tidak akan dapat menulis secara tepat guna kalau dia percaya, baik
secara sadar maupun secara tidak sadar bahwa pembaca atau penikmat karyanya itu
adalah “lawan” atau “musuh”. Tujuan altruistik adalah kunci keterbacaan sesuatu
tulisan.
c. Persuasive purpose
(tujuan persuasif)
Tulisan yang bertujuan
meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan.
d. Informational purpose
(tujuan informasional, tujuan penerangan)
Tulisan yang bertujuan
memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca.
e. Self expressive purpose
(tujuan pernyataan diri)
Tulisan yang bertujuan
memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada para pembaca.
f. Creative purpose
(tujuan kreatif)
Tjuan ini erat
berhubungan dengan tujuan pernyataan diri. Tetapi “keinginan kreatif” di sini
melebihi pernyataan diri dan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma
artistik, atau seni yang ideal, seni idaman. Tulisan yang mencapai nilai-nilai
artistik, nilai-nilai kesenian.
g. Problem-solving purpose
(tujuan pemecahan masalah)
Dalam tulisan seperti
ini sang penulis ingin memecahkan masalah yang dihadapi. Sang penulis ingin
menjelaskan, menjernihkan, serta meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan
gagasan-gagasannya sendiri agar dapat mengerti dan diterima oleh para pembaca.
B.
Ragam
Tulisan
1.
Narasi
Narasi
adalah jenis karangan yang menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman
berdasarkan urutan waktu (kronologis). Isi karangan narasi bisa betul-betul
terjadi (nonfiksi) atau hanya khayalan semata (fiksi).
2.
Deskripsi
Deskripsi
adalah jenis karangan yang melukiskan atau menggambarkan suatu objek apa
adanya, sehingga pembaca ikut juga merasakan, mengalami, melihat, dan mendengar
apa yang ditulis si pengarang itu.
3.
Eksposisi
Eksposisi
adalah jenis karangan yang bertujuan menambah pengetahuan pembaca dengan cara
memaparkan informasi secara akurat.
4.
Argumentasi
Argumentasi
adalah jenis karangan yang bertujuan mempengaruhi pembaca dengan bukti-bukti,
alasan, atau pendapat yang kuat, sehingga gagasan yang dikemukakan penulis
dapat diyakini/dipercaya oleh pembaca.
C.
Tujuan
Pembelajaran Menulis
Keraf (via Sunarti dan
Anggraini, 2009: 97) mengemukakan tujuan pengajaran keterampilan menulis
sebagai berikut:
1. Peserta
didik mampu memilih dan menata gagasan dengan penalaran yang logis dan
sistematis.
2. Peserta
didik mampu menuangkannya ke dalam bentuk-bentuk tuturan bahasa Indonesia
sesuai dengan kadiah-kaidah bahasa Indonesia.
3. Peserta
didik mampu menuliskannya sesuai dengan Pedoman
Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.
4. Peserta
didik mampu memilih ragam bahasa Indonesia sesuai konteks komunikasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar