Penggandaan Amal
Bisakah
amal atau lebih tepatnya pahala seorang muslim dilipatgandakan?
Tentu bisa, itulah jawabannya. Eits...
tapi jangan dulu beranggapan bahwa besarnya pahala seorang muslim merupakan
jaminan masuk surga. Mengapa demikian? Hal tersebut terjadi karena kita tidak
akan pernah tahu bagaimana ending
hidup kita. Banyak kisah yang telah membuktikan hal tersebut. Ada seorang
muslim yang ahli ibadah, boleh dikatakan jarak antara dirinya dengan surga
hanya tinggal satu jengkal tetapi di akhir hidupnya dia tidak khusnul khotimah
karena sedang berbuat khilaf. Padahal kekhilafan tersebut baru dilakukannya
sekali dalam seumur hidup. Di sisi lain, ada seorang muslim yang boleh
dikatakan jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal satu jengkal tetapi
di akhir hidupnya dia khusnul khotimah karena sedang berada dalam kebaikan.
Padahal kebaikan itu baru dilakukannya sekali dalam seumur hidup. Wallahu’alam.
Berdasarkan uraian di atas dapat kita
lihat bahwa hidup itu adalah sebuah misteri. Yang harus kita lakukan hanyalah
berusaha untuk menjadi hamba yang selalu diridhoi Allah dan bertawakkal hanya
kepada Allah. Semoga kita menjadi hamba yang selalu dicintai dan mendapat ridho
dari Allah untuk menjadi penghuni surga. Amin.
Kembali pada penggandaan amal. Ustadz
Wahadi (2003) mengatakan bahwa penggandaan amal disebut dengan strategi Multilevel Marketing Amal.
Artinya, hanya dengan satu amal kita bisa mendapatkan banyak pahala bahkan bisa
jadi pahala itu akan terus mengalir meskipun kita sudah meninggal dunia.
Bagaimana caranya?
Ketika kita mengajak seseorang pada
kebaikan atau melakukan kebaikan pada seseorang kemudian orang yang kita ajak
tersebut melakukan apa yang kita anjurkan maka kita akan mendapatkan dua nilai
sekaligus. Maksudnya, kita mendapat pahala dari ajakan kebaikan kita dan
mendapat pahala dari perbuatan yang dilakukan oleh orang yang kita ajak
tersebut. Contoh nyatanya, A mengajak B shalat, kemudian B melakukan shalat
atas ajakan A. Jadi, A mendapatkan pahala dari seruan kebaikannya sekaligus
pahala dari shalatnya B. Contoh lain yang dapat menjadi ladang amal bahkan sampai
kita meninggal dunia, yaitu: A memberikan jilbab kepada B, kemudian B memakai
jilbab tersebut bahkan karena pemberian jilbab tersebut B memutuskan untuk
berjilbab selamanya. Nah, pahala itu akan terus mengalir pada kita.
Nah, itu tadi sedikit hal yang bisa saya
sampaikan. Kalau amal bisa dilipatgandakan kenapa tidak kita lakukan?!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar