Kamis, 09 Januari 2014

Gagal vs Berhasil



GAGAL atau BERHASIL???



Banyak orang bilang kesuksesan itu didapat tak semudah membalikkan telapak tangan. Terkadang kita harus dibatasi dengan garis-garis tak beraturan yang mengekang kita. Garis-garis itu selalu mengikuti kemanapun kita melangkah. Mereka seperti bayangan hitam yang menakutkan.

Kegagalan dan keberhasilan adalah pilihan. Sering kita mendengar percakapan seperti ini:
A : "Apa cita-citamu?"
B : "Aku ingin menjadi presiden".
A : "Woalah... mbokya nek mimpi iku jangan ketinggian".

Hal-hal seperti itulah yang terkadang membuat kita takut untuk bercita-cita besat. Eiittss... Ini cita-cita lho, bukan sekedar mimpi. Banyak hal dalam hidup ini yang membuat kita menjatuhkan pilihan pada kegagalan daripada keberhasilan.

Hal-hal yang membuat seseorang memilih gagal daripada berhasil:
TAKUT UNTUK MENCOBA
Ilustrasi cerita:
A : "Eh ada lowongan untuk bekerja di PLN lho. Daftar yuk..."
B : "Kamu sajalah. Aku pasti gagal dalam tes itu".
Betapa banyak orang di dunia ini yang sudah mengatakan akan mengalami kegagalan sebelum mencoba. Mereka adalah orang-orang yang justru menciptakan kegagalan yang sebenarnya tidak ada.

NYAMAN BERADA DI ZONA AMAN
Ilustrasi cerita:
Ibu : "Nak, setelah lulus SMA kamu lanjutin kuliah ya. Mumpung bapak sama ibu masih sanggup biayain".
Anak : "Males ah bu. Aku mau melanjutkan bisnis makelar mobil yang aku jalanin selama ini aja".
Terkadang seseorang merasa sudah sangat nyaman berada di lingkungannya selama ini. Padahal belum tentu apa yang membuatnya nyaman itu akan menciptakan kenyamanan seumur hidupnya.

DIKECILKAN OLEH LINGKUNGAN
Ilustrasi cerita:
A : "Setelah lulus SMA aku mau kuliah ah".
B : "Sudahlah. Kamu itu nggak usah kuliah. Toh banyak sarjana yang nganggur".
Ternyata bukan hanya faktor intern yang membuat seseorang memilih untuk gagal, melainkan juga faktor ekstern dari lingkungan. Tidak adanya dukungan dari lingkungan untuk menuju tangga keberhasilan sering membuat seseorang memilih untuk gagal.

MALAS BANGUN SETELAH TERJATUH
Ilustrasi cerita:
A : "Eh, kamu mau nggak bangun bisnis sama aku?"
B : "Enggak ah, aku pernah bangkrut sampai menggadaikan sertifikat rumah gara-gara bisnis yang gagal".
Kegagalan hari ini adalah harga yang harus kita bayar untuk kesuksesan di masa depan (Mario Teguh, 2013). Itulah kata-kata Pak Mario yang layak untuk menjadi pertimbangan ketika kita malas untuk bangun setelah terjatuh. Lihatlah riwayat hidup orang-orang yang sukses. Sebagian besar dari mereka adalah mantan orang-orang gagal yang berhasil bangun dari keterpurukan.

MELANGKAH SATU KALI BERPIKIR SERIBU KALI
Ilustrasi cerita:
A : "Ayo kita mulai bisnis kita secepatnya. Aku rasa semuanya sudah siap".
B : "Tunggu dulu. Belum semuanya. Kita harus mengingat-ingat apa yang kurang. Semuanya harus perfect."
Guys, waktu itu tidak akan pernah menunggu sampai kita siap. Kita sendirilah yang harus memciptakan kesiapan itu. Ingat! Buat kesiapan, jangan menunggunya.

Nah, itu tadi sedikit hal yang dapat saya bagikan. So, ayo kawan, kita memilih untuk BERHASIL daripada gagal. Besarkan KEBERHASILAN, kecilkan kegagalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar