Jumat, 10 Januari 2014

Keterampilan Membaca


KETERAMPILAN MEMBACA

A.           Hakikat Membaca sebagai Aspek Keterampilan Berbahasa
1.      Pengertian Membaca
Beberapa pengertian tentang membaca, yaitu:
a.       Membaca sebagai proses melisankan paparan bahasa tulis.
b.      Membaca sebagai kegiatan memberikan persepsi secara tertulis.
c.      Membaca adalah penerapan seperangkat keterampilan kognitif untuk memperoleh pemahaman dari tuturan tertulis yang dibaca.
d.      Membaca sebagai proses berpikir dan bernalar.
e.       Membaca sebagai proses pemberian makna kepada simbol-simbol visual.
Berbagai perbedaan dari pengertian membaca tersebut terletak pada lingkup masalah yang dimasukkan ke dalam membaca.
Berikut ini tiga pengertian membaca berdasarkan perbedaan lingkup masalah:
a.       Pengertian sempit, yaitu pengertian yang menganggap membaca adalah proses pengenalan simbol-simbol tertulis. Pengertian sempit ini tidak memasukkan proses pemahaman dan penafsiran makna sebagai bagian dari proses berpikir yang menyertai proses membaca.
b.      Pengertian agak luas, pengertian ini memusatkan diri pada proses pemahaman makna atau isi bacaan. Masalah reaksi pembaca terhadap bacaan dan kreativitas pembaca dalam menemukan nilai, fungsi, dan signifikasi bacaan itu dipandang bukan merupakan masalah membaca.
c.       Pengertian luas, pengertian ini memandang membaca meliputi pula proses atau kegiatan memberikan respons kritis-kreatif terhadap bacaan dalam menemukan signifikasi, nilai, fungsi, dan hubungan isi bacaan itu dengan suatu kehidupan yang lebih luas serta dampak dari masalah yang dipaparkan pengarang.
2.      Manfaat Membaca
Dengan membaca, kita dapat mengetahui peristiwa-peristiwa waktu lampau atau waktu sekarang di tempat lain atau berbagai cerita yang menarik tentang kehidupan di dunia ini. Karena itu, sebagai salah satu jenis keterampilan berbahasa, keterampilan membaca sangat diperlukan dalam dunia modern seperti sekarang ini.

B.            Ragam Membaca
Ragam membaca menurut Jazir Burhan (1976) via Sunarti dan Anggraini (2009: 60), yaitu:
1.      Membaca Internsif
Membaca intensif adalah membaca yang dilakukan dengan hati-hati dan teliti sekali, dan biasanya cara membacanya lambat-lambat. Tujuannya adalah untuk memahami keseluruhan bahan bacaan itu sampai kepada bagian yang sekecil-kecilnya.
2.      Membaca Kritis
Kegiatan membaca ini merupakan jenis kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana, bukan hanya mencari kesalahan belaka. Penggunaan teknik membaca kritis memberikan manfaat berupa penilaian yang beralasan serta pemahaman yang mantap sebagai akibat keterlibatan yang mendalam dengan bahan bacaan.
3.      Membaca Cepat
Dibedakan menjadi:
a.       Skimming, merupakan teknik membaca cepat untuk mencari hal-hal yang penting atau mencari pokok dari suatu bacaan. Membaca dengan teknik skimming artinya membaca untuk menemukan sesuatu yang diperlukan.
b.      Scanning, merupakan suatu teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lainnya.
Membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah. Pemahaman dan kecepatan membaca menjadi sangat tergantung pada kecakapan dalam menjalankan setiap organ tubuh yang diperlukan untuk itu.
Beikut ini hal-hal yang bisa menghambat dalam kegiatan membaca:
a.       Vokalisasi
Vokalisasi atau membaca dengan bersuara sangat memperlambat membaca, karena itu berarti mengucapkan kata demi kata dengan lengkap.
b.      Gerakan bibir
Menggerakkan bibir atau komat-kamit sewaktu membaca, sekalipun tidak mengeluarkan suara, sama lambatnya dengan membaca bersuara.
c.       Gerakan kepala
Semasa kanak-kanak penglihatan memang masih sulit menguasai seluruh penampang bacaan. Akibatnya adalah menggerakkan kepala dari kiri ke kanan untuk dapat membaca baris-baris bacaan secara lengkap. Namun setelah dewasa penglihatan telah mampu secara optimal sehingga seharusnya cukup mata saja yang bergerak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa membaca dengan menggerakkan kepala akan menghambat dalam kegiatan membaca.
d.      Menunjuk dengan jari
Membaca dengan menunjuk dengan jari atau benda lain sangat menghambat membaca sebab gerakan tangan lebih lambat daripada gerakan mata.
e.       Regresi
Kebiasaan selalu kembali ke belakang (regresi) untuk melihat kata atau beberapa kata yang baru dibaca akan menjadi hambatan yang serius dalam membaca.
f.       Subvokalisasi
Subvokalisasi atau melafalkan dalam batin/pikiran kata-kata yang dibaca dapat menghambat membaca karena pembaca menjadi lebih memperhatikan bagaimana melafalkan secara benar daripada berusaha memahami ide yang dikandung dalam kata-kata yang dibaca tersebut.
4.       Membaca untuk Keperluan Praktis
Salah satu tujuan dari membaca adalah sebagai sarana untuk memahami setiap bacaan yang perlu untuk dibaca dengan praktis, sesuai denga kebutuhan masing-masing atau tujuan yang hendak dicapai oleh pembaca.
5.      Membaca untuk Keperluan Studi
Membaca untuk studi ialah membaca untuk memahami isi buku secara keseluruhan, baik pikiran pokok maupun pikiran-pikiran penjelas sehingga pemahaman yang komprehensif (mendalam dan utuh) tentang isi buku tercapai.

C.           Teknik Membaca
1.      Teknik Membaca Pre Reading Plan (PReP)
Penggunaan teknik PRep mengandung dua kegiatan: melibatkan murid-murid/para mahasiswa dalam diskusi kelompok mengenai konsep-konsep utama dan menganilisis hakikat tanggapan murid/mahasiswa.
Prosedur penggunaan teknik PReP:
a.       Melibatkan murid-murid/para mahasiswa dalam diskusi kelompok
Langkah 1
Asosiasi awal dengan konsep (apa yang muncul dalam pikiran Anda ketika...?)
Langkah 2
Refleksi mengenai asosiasi awal (apa yang membuat Anda memikirkan tentang...?)
Langkah 3
Reformulasi pengetahuan (apakah Anda mempunyai gagasan-gagasan baru tentang...?)
b.      Menganalisis tanggapan murid/mahasiswa
Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada guru/dosen untuk memperoleh informasi diagnostik yang diperlukan untuk menentukan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid-murid/para mahasiswa.
2.      SQ3R
SQ3R merupakan metode membaca untuk menemukan ide-ide pokok dan pendukung ide pokok juga membantu pembaca dapat mengingat lebih lama. SQ3R mencakup lima langkah kegiatan yaitu survey, question, read, recite, dan review.
Langkah 1: survey (penelaahan pendahuluan)
Survey dilakukan sebelum membaca keseluruhan isi buku. Semua unsur dilihat sekilas untuk mengenal seluruh anatomi buku.
Langkah 2: question (bertanya)
Sebelum mengetahui keseluruhan isi buku biasanya dalam hati calon pembaca akan muncul berbagai pertanyaan seputar isi buku. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menuntun pembaca untuk memahami bacaan sehingga pembaca bersikap aktif dan kritis, tidak saja hanya mengikuti apa yang dikatakan pengarang.
Langkah 3: read (baca)
Setelah melakukan kegiatan survey dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan, pembaca mulai melakukan kegiatan membaca. Dengan memperlambat cara membaca pada bagian-bagian yang penting atau dianggap sulit dan mempercepat kembali pada bagian-bagian yang tidak penting atau telah diketahui akan meningkstkan efektifitas membaca.
Langkah 4: recite (mengutarakan kembali)
Setiap selesai membaca satu bagian maka sebaiknya berhenti sejenak untuk membuat catatan-catatan penting. Catatan itu dapat berupa kutipan, simpulan, atau komentar. Catatan-catatan tersebut akan membantu untuk mengingat apa yang sudah dibaca agar tidak sampai terjadi begitu selesai membaca, hilang pula apa yang telah dibaca.
Langkah 5: review (mengulang kembali)
Setelah selesai membaca buku secara keseluruhan, tinjau kembali hal-hal penting yang telah dibaca. Tentukan bagian-bagian penting yang perlu diingat kembali, terutama hal-hal yang telah diberi tanda atau digarisbawahi. Pengulangan kembali ini akan membantu daya ingat untuk memperjelas pemahaman terhadap bacaan, juga membantu menemukan hal penting yang mungkin terlewat sebelumnya.

D.           Tujuan Umum Pembelajaran Membaca
Tujuan umum pembelajaran membaca ialah membina siswa agar memiliki:
1.        Kemampuan/keterampilan yang baik dalam membaca yang tersurat, tersirat, dan tersorot dari macam-macam tuturan tertulis yang dibacanya.
2.        Pengetahuan yang sahih tentang nilai dan fungsi membaca, dan teknik membaca untuk mencapai tujuan tertentu.
3.        Sikap yang positif terhadap membaca dan belajar membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar