Rabu, 11 Desember 2013

Perbandingan Ideologi



Nama               : Nur Ernawati
Kelas/ NPM    : A4-12/ 12144600141
Matakuliah      : Pendidikan Pancasila

PERBANDINGAN IDEOLOGI LIBERAL, KOMUNIS, DAN PANCASILA

A.    Ideologi Liberal
Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Liberalisme tumbuh dari konteks masyarakat Eropa pada abad pertengahan.
Ciri-ciri ideologi liberal:
1.    Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik.
2.    Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara, kebebasan beragama dan kebebasan pers.
3.    Pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Keputusan yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat keputusan untuk diri sendiri.
4.    Kekuasaan dicurigai sebagai hal yang cenderung disalahgunakan. Oleh karena itu, sejauh mungkin kekuasaan dibatasi.
5.    Kebaikan suatu masyarakat atau rezim diukur dari seberapa tinggi indivivu berhasil mengembangkan kemampuan-kemampuan dan bakat-bakatnya.
6.    Ideologi liberalisme ini dianut di Inggris dan koloni-koloninya termasuk Amerika Serikat.
B.     Ideologi Komunis
Komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem sosialisme sebagai alat kekuasaan sebagai prinsip semua adalah milik rakyat dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Secara umum komunisme berlandasan pada teori Dialektika materi, oleh karenanya tidak bersandarkan pada kepercayaan agama dengan demikian pemberian doktrin pada rakyatnya, dengan prinsip bahwa “agama dianggap candu” yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran ideologi lain karena dianggap tidak rasional serta keluar dari hal yang nyata (kebenaran materi).
Ciri-ciri ideologi komunis:
1.      Komunisme sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya.
2.      Penganut-penganut komunis mempercayai bahwa sistem kapitalis (pasaran bebas) adalah buruk.
3.      Komunis mempercayai bahawa golongan pekerja harus bersatu dalam kesatuan-kesatuan sekerja dan lain-lain pertubuhan. Kemudian, mereka harus mengadakan revolusi untuk menjatuhkan kapitalis.
4.      Komunis percaya bahwa masyarakat baru komunis akan menjadi masyarakat yang tidak berkelas. Tidak akan terdapat lagi golongan penindas dan golongan yang ditindas. Semua orang memiliki kekayaan yang sama.
5.      Komunis percaya bahawa dalam sebuah negara komunis, semua harta adalah hak milik negara. Orang perseorangan tidak boleh memiliki tanah atau perniagaan. Pemilikan harta persendirian adalah merupakan ciri-ciri kapitalis yang perlu dielakkan. Semua harta mesti dimiliki dan diuruskan oleh kerajaan.
6.      Komunis anti agama dan tidak mempercayai kewujudan Tuhan. Mereka menganggap bahawa agama adalah candu masyarakat.
C.    Ideologi Pancasila
Pancasila dianggap sebagai sebuah ideologi karena Pancasila memiliki nilai-nilai filsafat yang mendasar dan juga rasional. Pancasila telah teruji kokoh dan kuat sebagai sebuah landasan dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu juga, Pancasila merupakan wujud dari konsensus nasional, itu semua karena bangsa Indonesia ini adalah sebuah sketsa negara modern yang telah disepakati oleh para pendiri negara Republik Indonesia kemudian nilai-nilai dari kandungan Pancasila itu sendiri dilestarikan dari generasi ke generasi.
Ciri-ciri ideologi Pancasila:
1.      Dalam bidang ekonomi menganut asas kekeluargaan.
2.      Dalam bidang sosial menganut asas kegotongroyongan.
3.      Dalam bidang politik menganut asas musyawarah untuk mufakat.
4.      Dalam bidang agama ,Indonesia adalah negara yang religius artinya berketuhanan Yang Maha Esa.
5.      Dianut oleh negara Republik Indonesia.

Perbandingan ideologi Pancasila dengan ideologi Liberalisme, Komunisme, Sosialisme

No
ASPEK
LIBERALIS
KOMUNIS
PANCASILA
1
Politik hukum
a.    Demokrasi Liberal
b.    Hukum untuk melindungi individu
c.    Dalam politik mementingkan individu
a.    Demokrasi Rakyat
b.    Berkuasa mutlak satu parpol
c.    Hukum untuk melanggengkan komunis
a.    Demokrasi Pancasila
b.    Hukum untuk menjunjung tinggi keadilan dan keberadaban individu dan masyarakat
2
Ekonomi
a.    Peran negara kecil
b.    Swasta mendominasi
c.    Kapitalisme
d.   Monopolisme
e.    Persaingan bebas
a.    Peran negara dominan
b.    Kolektivitas demi negara
c.    Monopoli negara
Peran negara ada untuk tidak terjadi monopoli yang merugikan rakyat
3
Agama
a.    Agama urusan pribadi
b.    Bebas beragama
c.    Bebas memilih agama
d.   Bebas tidak beragama
a.    Agama candu masyarakat
b.    Agama harus dijauhkan dari masyarakat
a.    Bebas memilih salah satu agama
b.    Agama harus menjiwai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
4
Pandangan terhadap individu dan masyarakat
a.    Individu lebih penting dari masyarakat
b.    Masyarakat diabdikan bagi individu
a.    Individu tidak penting
b.    Masyarakat tidak penting
c.    Kolektivitas yang dibentuk negara lebih penting
a.    Individu diakui keberadaannya
b.    Masyarakat diakui keberadaannya
5
Ciri khas
a.    Penghargaan atas HAM
b.    Demokrasi
c.    Negara hukum
d.   Reaksi terhadap absolutisme
a.    Atheisme
b.    Dogmatis
c.    Otoriter
d.   Ingkar HAM
e.    Reaksi terhadap liberalisme dan kapitalisme
a.    Individu akan punya arti apabila hidup di tengah masyarakat
b.    Keselarasan, keseimbangan, dan keserasian dalam setiap aspek kehidupan

Sumber : Setiadi, Elly M. 2003.Pendidikan Pancasila. Jakarta : Gramedia























Nama               : Nur Ernawati
Kelas/ NPM    : A4-12/ 12144600141
Matakuliah      : Pendidikan Pancasila

NILAI INSTRUMENTAL DAN NILAI PRAKSIS PANCASILA

1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
a.       Nilai instrumental:
Pasal 29 ayat (2) UUD 1945
“Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”.
b.      Nilai praksis: beribadah, taqwa, beriman kepada Tuhan, toleransi antar umat beragama, tidak berbuat Atheisme, tidak mencela agama lain.
2.      Kemanusiaan yang adil dan beradab
a.       Nilai instrumental:
1)      Pasal 26 ayat (3) UUD 1945
“Hal-hal yang mengenai warga Negara dan penduduk diatur dengan undang-undang”.
2)      Pasal 27 ayat (2) UUD 1945
“Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.
3)      Pasal 28 UUD 1945
“Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”.
4)      Pasal 30 ayat (1) UUD 1945
“Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara”.
5)      Pasal 31 ayat (1) UUD 1945
“Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan”.
b.      Nilai praksis:
1)      Mengakui persamaan derajad, persamaan hak, dan persamaan kewajiban antar sesama manusia.
2)      Saling mencintai sesama manusia.
3)      Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4)      Tidak semena-mena terhadap orang lain.
5)      Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
6)      Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
3.      Persatuan Indonesia
a.       Nilai instrumental:
1)      Pasal 1 ayat (1) UUD 1945
“Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik”.
2)      Pasal 32 ayat (2) UUD 1945
“Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional”.
3)      Pasal 35 UUD 1945
“Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih”.
b.      Nilai praksis:
1)      Menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2)      Rela berkorban demi bangsa dan negara.
3)      Cinta tanah air.
4)      Bangga sebagai bagian dari Indonesia.
5)      Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika.
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
a.       Nilai instrumental:
Pasal 1 ayat (2) UUD 1945
“Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”.
b.      Nilai praksis:
1)      Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
2)      Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
3)      Mengutamakan budaya musyawarah dalam mengambil keputusan bersama.
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
a.       Nilai instrumental:
1)      Pasal 27 ayat (1) UUD 1945
“Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”.
2)      Pasal 33 ayat (3) UUD 1945
“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.
3)      Pasal 34 ayat (3) UUD 1945
“Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak”.
b.      Nilai praksis:
1)      Bersikap adil terhadap sesama.
2)      Menghormati hak-hak orang lain.
3)      Menolong sesama.
4)      Menghargai orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar