Nama : Nur Ernawati
Kelas/
NPM : A4-12/ 12144600141
Matakuliah : Pendidikan Pancasila
PERBANDINGAN
IDEOLOGI LIBERAL, KOMUNIS, DAN PANCASILA
A.
Ideologi
Liberal
Liberalisme
adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan
pada pemahaman bahwa kebebasan adalah
nilai politik yang utama. Liberalisme tumbuh dari konteks masyarakat Eropa
pada abad pertengahan.
Ciri-ciri
ideologi liberal:
1. Demokrasi merupakan bentuk
pemerintahan yang lebih baik.
2. Anggota masyarakat memiliki
kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara, kebebasan beragama
dan kebebasan pers.
3. Pemerintah hanya mengatur kehidupan
masyarakat secara terbatas. Keputusan yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat
sehingga rakyat dapat belajar membuat keputusan untuk diri sendiri.
4. Kekuasaan dicurigai sebagai hal yang
cenderung disalahgunakan. Oleh karena itu, sejauh mungkin kekuasaan dibatasi.
5. Kebaikan suatu masyarakat atau rezim
diukur dari seberapa tinggi indivivu berhasil mengembangkan kemampuan-kemampuan
dan bakat-bakatnya.
6. Ideologi liberalisme ini dianut di
Inggris dan koloni-koloninya termasuk Amerika Serikat.
B.
Ideologi Komunis
Komunisme
sebagai anti kapitalisme menggunakan
sistem sosialisme sebagai alat kekuasaan sebagai prinsip semua adalah milik
rakyat dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Secara
umum komunisme berlandasan pada teori Dialektika materi, oleh karenanya tidak
bersandarkan pada kepercayaan agama dengan demikian pemberian doktrin pada
rakyatnya, dengan prinsip bahwa “agama
dianggap candu” yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya
dari pemikiran ideologi lain karena dianggap tidak rasional serta keluar dari hal
yang nyata (kebenaran materi).
Ciri-ciri
ideologi komunis:
1. Komunisme sangat membatasi demokrasi
pada rakyatnya.
2. Penganut-penganut komunis
mempercayai bahwa sistem kapitalis (pasaran bebas) adalah buruk.
3. Komunis mempercayai bahawa golongan
pekerja harus bersatu dalam kesatuan-kesatuan sekerja dan lain-lain pertubuhan.
Kemudian, mereka harus mengadakan revolusi untuk menjatuhkan kapitalis.
4. Komunis percaya bahwa masyarakat
baru komunis akan menjadi masyarakat yang tidak berkelas. Tidak akan terdapat
lagi golongan penindas dan golongan yang ditindas. Semua orang memiliki
kekayaan yang sama.
5. Komunis percaya bahawa dalam sebuah
negara komunis, semua harta adalah hak milik negara. Orang perseorangan tidak
boleh memiliki tanah atau perniagaan. Pemilikan harta persendirian adalah
merupakan ciri-ciri kapitalis yang perlu dielakkan. Semua harta mesti dimiliki dan
diuruskan oleh kerajaan.
6. Komunis anti agama dan tidak
mempercayai kewujudan Tuhan. Mereka menganggap bahawa agama adalah candu
masyarakat.
C.
Ideologi
Pancasila
Pancasila
dianggap sebagai sebuah ideologi karena Pancasila
memiliki nilai-nilai filsafat yang mendasar dan juga rasional. Pancasila
telah teruji kokoh dan kuat sebagai sebuah landasan dalam mengatur kehidupan
berbangsa dan bernegara. Selain itu juga, Pancasila merupakan wujud dari
konsensus nasional, itu semua karena bangsa Indonesia ini adalah sebuah sketsa
negara modern yang telah disepakati oleh para pendiri negara Republik Indonesia
kemudian nilai-nilai dari kandungan Pancasila itu sendiri dilestarikan dari
generasi ke generasi.
Ciri-ciri
ideologi Pancasila:
1. Dalam bidang ekonomi menganut asas
kekeluargaan.
2. Dalam bidang sosial menganut asas
kegotongroyongan.
3. Dalam bidang politik menganut asas
musyawarah untuk mufakat.
4. Dalam bidang agama ,Indonesia adalah
negara yang religius artinya berketuhanan Yang Maha Esa.
5. Dianut oleh negara Republik
Indonesia.
Perbandingan ideologi Pancasila dengan ideologi Liberalisme,
Komunisme, Sosialisme
|
No
|
ASPEK
|
LIBERALIS
|
KOMUNIS
|
PANCASILA
|
|
1
|
Politik
hukum
|
a. Demokrasi
Liberal
b.
Hukum untuk melindungi individu
c.
Dalam politik mementingkan individu
|
a.
Demokrasi Rakyat
b.
Berkuasa mutlak satu parpol
c.
Hukum untuk melanggengkan komunis
|
a.
Demokrasi Pancasila
b. Hukum
untuk menjunjung tinggi keadilan dan keberadaban individu dan masyarakat
|
|
2
|
Ekonomi
|
a. Peran
negara kecil
b. Swasta
mendominasi
c. Kapitalisme
d. Monopolisme
e. Persaingan
bebas
|
a. Peran
negara dominan
b. Kolektivitas
demi negara
c. Monopoli
negara
|
Peran
negara ada untuk tidak terjadi monopoli yang merugikan rakyat
|
|
3
|
Agama
|
a. Agama
urusan pribadi
b. Bebas
beragama
c. Bebas
memilih agama
d. Bebas
tidak beragama
|
a. Agama
candu masyarakat
b. Agama
harus dijauhkan dari masyarakat
|
a. Bebas
memilih salah satu agama
b. Agama
harus menjiwai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
|
|
4
|
Pandangan
terhadap individu dan masyarakat
|
a. Individu
lebih penting dari masyarakat
b. Masyarakat
diabdikan bagi individu
|
a. Individu
tidak penting
b. Masyarakat
tidak penting
c. Kolektivitas
yang dibentuk negara lebih penting
|
a. Individu
diakui keberadaannya
b. Masyarakat
diakui keberadaannya
|
|
5
|
Ciri
khas
|
a. Penghargaan
atas HAM
b. Demokrasi
c. Negara
hukum
d. Reaksi
terhadap absolutisme
|
a. Atheisme
b. Dogmatis
c. Otoriter
d. Ingkar
HAM
e. Reaksi
terhadap liberalisme dan kapitalisme
|
a. Individu
akan punya arti apabila hidup di tengah masyarakat
b. Keselarasan,
keseimbangan, dan keserasian dalam setiap aspek kehidupan
|
Sumber
: Setiadi, Elly M. 2003.Pendidikan Pancasila. Jakarta : Gramedia
Nama : Nur Ernawati
Kelas/
NPM : A4-12/ 12144600141
Matakuliah : Pendidikan Pancasila
NILAI INSTRUMENTAL DAN NILAI PRAKSIS
PANCASILA
1.
Ketuhanan Yang Maha Esa
a. Nilai instrumental:
Pasal 29 ayat (2) UUD 1945
“Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk
memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan
kepercayaannya itu”.
b. Nilai praksis: beribadah, taqwa, beriman
kepada Tuhan, toleransi antar umat beragama, tidak berbuat Atheisme, tidak
mencela agama lain.
2.
Kemanusiaan yang adil dan beradab
a. Nilai instrumental:
1) Pasal 26 ayat (3) UUD 1945
“Hal-hal yang mengenai warga Negara
dan penduduk diatur dengan undang-undang”.
2) Pasal 27 ayat (2) UUD 1945
“Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan
dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.
3) Pasal 28 UUD 1945
“Kemerdekaan berserikat dan
berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya
ditetapkan dengan undang-undang”.
4) Pasal 30 ayat (1) UUD 1945
“Tiap-tiap warga Negara berhak dan
wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara”.
5) Pasal 31 ayat (1) UUD 1945
“Setiap warga Negara berhak mendapat
pendidikan”.
b. Nilai praksis:
1) Mengakui persamaan derajad,
persamaan hak, dan persamaan kewajiban antar sesama manusia.
3) Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4) Tidak semena-mena terhadap orang
lain.
5) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
6) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
3.
Persatuan Indonesia
a. Nilai instrumental:
1) Pasal 1 ayat (1) UUD 1945
“Negara Indonesia ialah Negara
Kesatuan yang berbentuk Republik”.
2) Pasal 32 ayat (2) UUD 1945
“Negara menghormati dan memelihara
bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional”.
3) Pasal 35 UUD 1945
“Bendera Negara Indonesia ialah Sang
Merah Putih”.
b. Nilai praksis:
1) Menjaga persatuan dan kesatuan
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2) Rela berkorban demi bangsa dan negara.
3) Cinta tanah air.
4) Bangga sebagai bagian dari Indonesia.
5) Memajukan pergaulan demi persatuan
dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika.
4.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
a. Nilai instrumental:
Pasal 1 ayat (2) UUD 1945
“Kedaulatan berada ditangan rakyat
dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”.
b. Nilai praksis:
1) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
2) Tidak memaksakan kehendak kepada orang
lain.
3) Mengutamakan budaya musyawarah dalam
mengambil keputusan bersama.
5.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia
a. Nilai instrumental:
1) Pasal 27 ayat (1) UUD 1945
“Segala warga negara bersamaan kedudukannya
di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu
dengan tidak ada kecualinya”.
2) Pasal 33 ayat (3) UUD 1945
“Bumi dan air dan kekayaan alam yang
terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar
kemakmuran rakyat”.
3) Pasal 34 ayat (3) UUD 1945
“Negara bertanggung jawab atas
penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang
layak”.
b. Nilai praksis:
1) Bersikap adil terhadap sesama.
2) Menghormati hak-hak orang lain.
3) Menolong sesama.
4) Menghargai orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar