Pertanyaan:
1. Mengapa
suatu bilangan bisa dioperasikan dan tidak bisa dioperasikan? Jelaskan dan beri
contoh!
2. Apa
yang dimaksud operasi perkalian dan pembagian?
Jawab:
1. Alasan
bilangan bisa dioperasikan dan tidak bisa dioperasikan:
a. Bilangan
bisa dioperasikan jika:
1)
Memiliki bentuk atau
variabel yang sama untuk operasi penambahan dan pengurangan.
Contoh: a) 2x + 2x
= 4x
b) 6x – 3x
= 3x
c) 1 + 3 = 4
d) 4 – 3 = 1
e)
+
= 2
f)
2
-
= 
2)
Memiliki bentuk dan
variabel yang sama atau berbeda untuk operasi perkalian.
Contoh:
a) 2x × 2y = 4xy
b) 2 × 3x = 6x
c) 3 × 2y = 6y
d) 3x × 2x
= 6x2
e) 2y × 4y
= 8y2
f) 3
× 2
= 12
g) 2
× 2
= 4
b.
Bilangan tidak bisa
dioperasikan jika memiliki bentuk atau variabel yang berbeda untuk operasi
penambahan dan pengurangan.
Contoh: a) 2x – 2y
= 2x – 2y
b) 2 + 2x
= 2 + 2x
c) 2 + 2
= 2 + 2
2. Yang
dimaksud operasi perkalian dan pembagian:
a. Perkalian
pada bilangan cacah
Perkalian
pada bilangan cacah dapat didefinisikan dengan menggunakan perkalian silang
antara dua himpunan.
Contoh:
A = {a, b} memiliki
bilangan kardinal 2 dan B = {k, l, m, n} memiliki bilangan kardinal 4.
Bilangan kardinal
himpunan A × B = {(a,k), (a,l), (a,m), (a,n), (b,k), (b,l), (b,m), (b,n)}
adalah 8. Dengan demikian dapat dikatakan 2 × 4 = n(A) × n(B) = n(A × B) = 8.
b. Pembagian
pada bilangan cacah
Jika
x bilangan cacah dan y bilangan asli, maka x dibagi y sama dengan bilangan
cacah z jika dan hanya jika z × y = x.
Contoh:
1) 12
: 3 = 4, sebab 4 × 3 = 12
2) 45
: 9 = 5, sebab 5 × 9 = 45
Tidak ada komentar:
Posting Komentar