Rabu, 11 Desember 2013

Teori Kognitivisme, Humanisme, dan Behaviorisme



Teori Kognitivisme, Humanisme, dan Behaviorisme

1.      Teori Kognitivisme
a.       Kognitif adalah salah satu ranah dalam taksonomi pendidikan. Secara umum kognitif diartikan potensi intelektual yang terdiri dari tahapan: pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehention), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesa (sinthesis), evaluasi (evaluation). Kognitif berarti persoalan yang menyangkut kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional (akal).
b.      Teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasional yang dimiliki oleh orang lain. Oleh sebab itu kognitif berbeda dengan teori behavioristik, yang lebih menekankan pada aspek kemampuan perilaku yang diwujudkan dengan cara kemampuan merespons terhadap stimulus yang datang kepada dirinya.
c.       Belajar selalu didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi. Psikolog Gestalt berpendapat bahwa proses mendapatkan pengetahuan dengan memandang sensasi secara keseluruhan sebagai suatu objek yang memiliki struktur atau pola-pola tertentu. Dengan demikian tingkah laku seseorang bergantung pada insight terhadap hubungan-hubungan yang abadi dalam suatu situasi.
d.      Kelebihan teori kognitivisme:
1)      Dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah (problem solving).
2)      Dapat meningkatkan motivasi.
e.       Kekurangan teori kognitivisme adalah guru bukan sumber belajar utama dan bukan kepatuhan siswa yang dituntut dalam refleksi atas apa yang telah diperintahkan dan dilakukan oleh guru. Maka dalam hal ini kewibawaan dari seorang guru akan berkurang.
f.       Aplikasi teori kognitivisme yaitu lebih menekankan bahwa siswa harus aktif secara mental membangun struktur pengetahuan berdasarkan kematangan kognitif yang dimilikinya. Proses pembelajaran siswa merupakan pembentukan lingkungan belajar yang dapat membantu siswa untuk membangun konsep-konsep atau prinsip-prinsip siswa berdasarkan kemampuannya sendiri melalui proses internalisasi.
g.      Implikasi teori Piaget dalam pembelajaran  siswa:
1)      Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu, guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak.
2)      Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya.
3)      Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.
4)      Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.
5)      Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya.
2.      Teori Humanisme
a.       Teori ini dikembangkan oleh Maslow. Teori ini menjelaskan bahwa pada hakekatnya setiap diri manusia adalah unik, memiliki potensi individual dan dorongan internal untuk berkembang dan membentuk perilakunya. Dalam kaitan itu maka setiap diri manusia adalah bebas dan memiliki kecenderungan untuk tumbuh dan berkembang mencapai aktualisasi diri
b.      Tujuan belajar menurut teori ini adalah untuk memanusiakan manusia. Tujuan utama para pendidik adalah membantu para siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.
c.       Kelebihan teori ini baik untuk diterapkan dalam materi-materi pembelajaran yang bersifat pembentukan pribadi, hati nurani, perubahan sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial. Indikator dari keberhasilannya adalah siswa merasa senang, bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjadi perubahan pola pikir perilaku atas kemauannya sendiri.
d.      Kekurangan teori ini adalah jika tidak terkontrol murid aka mempunyai sikap egois yang tinggi. Melakukan apa yang mereka inginkan tanpa batas, siswa tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki kepribadian yang unik.
e.       Aplikasi teori ini yaitu lebih menuju pada ruh/spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan. Guru menjadi fasilitator dan motivator sedangkan siswa sebagai pelaku utama yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri.
3.      Teori Behaviorisme
a.       Menurut teori behaviorisme, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman (Gage, Berliner, 1984). Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.
b.      Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.
c.       Menurut teori ini, belajar merupakan proses perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus dan respons. Adapun akibatnya adanya interaksi antara stimulus dan respons,siswa mempunyai pengalaman baru,yang menyebabkan mereka mengadakan tingkah laku dengan cara yang baru.
d.      Kelebihan teori ini adalah sangat baik untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan kebiasaan yang mengandung unsur-unsur kecepatan, spontanitas, kelenturan, dan refleks daya.
e.       Kekurangan teori behavioristik adalah penerapan teori yang salah dalam pembelajaran mengakibatkan terjadinya proases pembelajaran yang tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai center, otoriter komunikasi berlangsung satu arah, guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari siswa.
f.       Aplikasi teori behaviorisme terhadap pembelajaran siswa yaitu guru menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap. Guru tidak banyak memberikan ceramah tetapi dengan instruksi singkat dan memberikan contoh-contoh yang dilakukan sendiri (simulasi). Bahan pelajaran disusun hierarki dari yang sederhana sampai yang kompleks. Kesalahan-kesalahan harus segera diperbaiki, pengulangan dan latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar