KETERAMPILAN
MENYIMAK
A.
Hakikat
Menyimak sebagai Aspek Keterampilan Berbahasa
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (2003: 1066) via Sunarti dan
Anggraini (2009: 22), pengertian menyimak yaitu mendengarkan (memperhatikan)
baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang. Kegiatan menyimak merupakan
kegiatan berbahasa yang kompleks karena melibatkan berbagai proses menyimak
pada saat yang sama. Menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif,
melainkan suatu proses yang aktif dalam mengonstruksikan suatu pesan dari suatu
arus bunyi yang diketahui orang sebagai potensi-potensi fonologis, semantik dan
sintaksis suatu bahasa. Pada saat penyimak mendengar bunyi bahasa, pada saat
itu pula mental seseorang aktif bekerja, mencoba memahami dan menafsirkan apa
yang disampaikan pembicara dan memberinya respons.
B.
Ragam
Menyimak
Tarigan
(2006: 35) via Sunarti dan Anggraini (2009: 24), menggambarkan aneka ragam
menyimak sebagai berikut:
1. Menyimak
ekstensif
Menyimak
ekstensif adalah sejenis kegiatan menyimak mengenai hal-hal yang lebih umum dan
lebih bebas terhadap suatu ujaran, tidak perlu di bawah bimbingan langsung dari
seorang guru.
Dibedakan menjadi:
a. Menyimak
sosial, adalah menyimak yang biasanya berlangsung dalam situasi-situasi sosial.
b. Menyimak
sekunder, adalah sejenis kegiatan menyimak kebetulan.
c. Menyimak
estetik, adalah fase terakhir dalam kegiatan menyimak kebetulan dan termasuk ke
dalam menyimak ekstensif.
d. Menyimak
pasif, penyerapan suatu ujaran tanpa upaya sadar.
2. Menyimak
intensif
Menyimak
intensif adalah jenis menyimak yang pelaksanaannya diarahkan pada suatu
kegiatan yang lebih diawasi dan dikontrol terhadap suatu hal tertentu.
Dibedakan menjadi:
a. Menyimak
kritis, adalah sejenis kegiatan menyimak yang berupaya untuk mencari kesalahan
dan kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang
pembicara, dengan alasan kuat yang dapat diterima oleh akal sehat.
b. Menyimak
kreatif, adalah sejenis kegiatan dalam menyimak yang dapat mengakibatkan
kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi, penglihatan,
gerakan, serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan oleh apa-apa yang
disimaknya.
c. Menyimak
eksploratif, yaitu sejenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan
menyelidiki sesuatu lebih terarah dan sempit.
d. Menyimak
interogatif, adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih
banyak konsentrasi dan seleksi, pemusatan perhatian, dan pemilihan butir-butir
dari ujaran pembicara karena penyimak akan mengajukan sebanyak mungkin
pertanyaan.
e. Menyimak
selektif, yakni menyimak yang dilakukan sebagai pelengkap kegiatan menyimak
pasif guna mengimbangi isolasi kultural dan tendensi kita untk
menginterpretasikan kembali semua yang kita dengar dengan bantuan bahasa yang
telah kita kuasai.
f. Menyimak
konsentratif, sering juga disebut a study-type atau menyimak yang kegiatannya sejenis dengan telaah.
C.
Teknik
Menyimak
Menyimak
bukanlah suatu kegiatan satu arah. Langkah pertama dari kegiatan menyimak ialah
proses psikomotorik untuk menerima gelombang suara melalui telingan dan
mengirimkan impuls-impuls tersebut ke otak. Namun, proses tadi hanyalah suatu
permulaan dari suatu proses interaktif ketika otak bereaksi terhadap
impuls-impuls tadi untuk mengirimkan sejumlah mekanisme kognitif dan afektif
yang berbeda.
D.
Tujuan
Pembelajaran Menyimak
Semi
(1993: 98) via Sunarti dan Anggraini (2009: 28) mengemukakan bahwa tujuan
pembelajaran menyimak pada semua jenjang pendidikan pada dasarnya dibedakan
menjadi dua, yaitu:
1. Persepsi,
yakni ciri kognitif dari proses mendengarkan yang didasarkan pamahaman
pangetahuan tentang kaidah-kaidah kebahasaan.
2. Resepsi,
yakni pemahaman pesan atau penafsiran pesan yang dikehendaki oleh pembicara.
E.
Teknik
Pembelajaran Menyimak
Beberapa macam teknik
pembelajaran dalam menyimak yaitu:
1. Dengar-ulang
ucap
2. Dengar-tulis
(dikte)
3. Dengar-kerjakan
4. Dengar-terka
5. Memperluas
kalimat
6. Menemukan
benda
7. Siman
berkata
8. Bisik
berantai
9. Menyelesaikan
cerita
10. Identifikasi
kata kunci
11. Identifikasi
kalimat topik
12. Menyingkat/merangkum
13. Parafrase
14. Menjawab
pertanyaan
Daftar
Pustaka
Sunarti dan Anggraini, Deri. 2009. Bahan Ajar Mata Kuliah Bahasa Indonesia 3
Keterampilan Berbahasa Indonesia. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar