Selasa, 10 Desember 2013

Keterampilan Menyimak


KETERAMPILAN MENYIMAK

A.           Hakikat Menyimak sebagai Aspek Keterampilan Berbahasa
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (2003: 1066) via Sunarti dan Anggraini (2009: 22), pengertian menyimak yaitu mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang. Kegiatan menyimak merupakan kegiatan berbahasa yang kompleks karena melibatkan berbagai proses menyimak pada saat yang sama. Menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif, melainkan suatu proses yang aktif dalam mengonstruksikan suatu pesan dari suatu arus bunyi yang diketahui orang sebagai potensi-potensi fonologis, semantik dan sintaksis suatu bahasa. Pada saat penyimak mendengar bunyi bahasa, pada saat itu pula mental seseorang aktif bekerja, mencoba memahami dan menafsirkan apa yang disampaikan pembicara dan memberinya respons.

B.            Ragam Menyimak
Tarigan (2006: 35) via Sunarti dan Anggraini (2009: 24), menggambarkan aneka ragam menyimak sebagai berikut:
1.      Menyimak ekstensif
Menyimak ekstensif adalah sejenis kegiatan menyimak mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran, tidak perlu di bawah bimbingan langsung dari seorang guru.
Dibedakan menjadi:
a.       Menyimak sosial, adalah menyimak yang biasanya berlangsung dalam situasi-situasi sosial.
b.      Menyimak sekunder, adalah sejenis kegiatan menyimak kebetulan.
c.       Menyimak estetik, adalah fase terakhir dalam kegiatan menyimak kebetulan dan termasuk ke dalam menyimak ekstensif.
d.      Menyimak pasif, penyerapan suatu ujaran tanpa upaya sadar.
2.      Menyimak intensif
Menyimak intensif adalah jenis menyimak yang pelaksanaannya diarahkan pada suatu kegiatan yang lebih diawasi dan dikontrol terhadap suatu hal tertentu.
Dibedakan menjadi:
a.       Menyimak kritis, adalah sejenis kegiatan menyimak yang berupaya untuk mencari kesalahan dan kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara, dengan alasan kuat yang dapat diterima oleh akal sehat.
b.      Menyimak kreatif, adalah sejenis kegiatan dalam menyimak yang dapat mengakibatkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi, penglihatan, gerakan, serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan oleh apa-apa yang disimaknya.
c.       Menyimak eksploratif, yaitu sejenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan menyelidiki sesuatu lebih terarah dan sempit.
d.      Menyimak interogatif, adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi, pemusatan perhatian, dan pemilihan butir-butir dari ujaran pembicara karena penyimak akan mengajukan sebanyak mungkin pertanyaan.
e.       Menyimak selektif, yakni menyimak yang dilakukan sebagai pelengkap kegiatan menyimak pasif guna mengimbangi isolasi kultural dan tendensi kita untk menginterpretasikan kembali semua yang kita dengar dengan bantuan bahasa yang telah kita kuasai.
f.       Menyimak konsentratif, sering juga disebut a study-type atau menyimak yang kegiatannya sejenis dengan telaah.

C.           Teknik Menyimak
Menyimak bukanlah suatu kegiatan satu arah. Langkah pertama dari kegiatan menyimak ialah proses psikomotorik untuk menerima gelombang suara melalui telingan dan mengirimkan impuls-impuls tersebut ke otak. Namun, proses tadi hanyalah suatu permulaan dari suatu proses interaktif ketika otak bereaksi terhadap impuls-impuls tadi untuk mengirimkan sejumlah mekanisme kognitif dan afektif yang berbeda.

D.           Tujuan Pembelajaran Menyimak
Semi (1993: 98) via Sunarti dan Anggraini (2009: 28) mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran menyimak pada semua jenjang pendidikan pada dasarnya dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.      Persepsi, yakni ciri kognitif dari proses mendengarkan yang didasarkan pamahaman pangetahuan tentang kaidah-kaidah kebahasaan.
2.      Resepsi, yakni pemahaman pesan atau penafsiran pesan yang dikehendaki oleh pembicara.

E.            Teknik Pembelajaran Menyimak
Beberapa macam teknik pembelajaran dalam menyimak yaitu:
1.      Dengar-ulang ucap
2.      Dengar-tulis (dikte)
3.      Dengar-kerjakan
4.      Dengar-terka
5.      Memperluas kalimat
6.      Menemukan benda
7.      Siman berkata
8.      Bisik berantai
9.      Menyelesaikan cerita
10.  Identifikasi kata kunci
11.  Identifikasi kalimat topik
12.  Menyingkat/merangkum
13.  Parafrase
14.  Menjawab pertanyaan

Daftar Pustaka
Sunarti dan Anggraini, Deri. 2009. Bahan Ajar Mata Kuliah Bahasa Indonesia 3 Keterampilan Berbahasa Indonesia. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar