Selasa, 10 Desember 2013

Keterampilan Berbicara


KETERAMPILAN BERBICARA

A.           Hakikat Berbicara sebagai Aspek Keterampilan Berbahasa
Sunarti dan Anggraini, Deri (2009: 34) menyatakan sebagai berikut.
Dalam konteks komunikasi, pembicara berlaku sebagai pengirim (sender), sedangkan penerima (receiver) adalah penerima warta (message). Warta terbentuk oleh informasi yang disampaikan sender, dan message merupakan objek dari komunikasi. Feedback muncul setelah warta diterima, dan merupakan reaksi dari penerima pesan.
Dari uraian di atas maka secara singkat dapat dikatakan bahwa proses komunikasi terjadi ketika pengirim pesan menyampaikan pesan (warta) kepada penerima pesan, selanjutnya penerima pesa akan memberi balikan (feedback) kepada pengirim pesan.
Keterampilan berbicara pada hakikatnya merupakan keterampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak, kebutuhan perasaan, dan keinginan kepada orang lain. Dalam hal ini, kelengkapan alat ucap seseorang merupakan persyaratan alamiah yang memungkinkan untuk memproduksi suatu ragam yang luas bunyi artikulasi, tekanan, nada, kesenyapan, dan lagu bicara. Keterampilan ini juga didasari oleh kepercayaan diri untuk berbicara secara wajar, jujur, benar, dan bertanggungjawab dengan menghilangkan masalah psikologis seperti rasa malu, rendah diri, ketegangan, dan berat lidah.

B.            Ragam Berbicara
1.      Pidato
Pidato adalah berbicara di depan umum. Pidato yang bersifat ilmiah disebut dengan ceramah. Teks pidato adalah bahan tertulis yang digunakan untuk berpidato. Bila teks tadi dibuat sendiri oleh pemidato maka disebut naskah pidato.
2.      Diskusi
a.       Pengertian diskusi
1)      Dalam arti luas, diskusi berarti memberikan jawaban atas pertanyaan atau pembicaraan serius tentang suatu masalah objektif. Dalam proses ini orang mengemukakan titik tolak pendapatnya, menjelaskan alasan, dan hubungan antarmasalah.
2)      Dalam arti sempit, diskusi berarti tukar-menukar pikiran yang terjadi di dalam kelompok kecil atau kelompok besar.
b.      Bentuk-bentuk diskusi
1)      Diskusi Fak
Diskusi ini bertujuan mengolah suatu bahan secara bersama-sama di bawah bimbingan seorang ahli.
2)      Diskusi Podium
Diskusi podium adalah penjelasan masalah oleh wakil dari berbagai kelompok dan pendapat atau diskusi yang diadakan oleh wakil-wakil terpilih bersama dengan atau tanpa plenum.
3)      Forum Diskusi
Forum diskusi merupakan kombinasi dari beberapa bentuk dialog. Dalam percaturan politik para pemimpin partai sering mengadakan forum diskusi secara terbuka dengan para pendengar atau pemirsa televisi, untuk menjelaskan program, sikap, dan tujuan partainya.
4)      Diskusi Kausalis
Diskusi kausalis adalah penelitian bersama atas suatu masalah konkret yang mengandung berbagai kemungkinan jalan keluar yang tepat. Demi kelancaran diskusi dapat mengundang seorang ahli untuk menjadi pengarah dan pendamping.
5)      Diskusi Panel
Diskusi panel adalah diskusi yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk membahas suatu topik yang menjadi perhatian umum di depan penonton atau pendengar.
3.      Menyampaikan Pengumuman
Menyampaikan pengumuman berarti menyampaikan suatu hal yang perlu diketahui oleh khalayak umum.
4.      Menyampaikan Argumentasi
Menyampaikan argumentasi berarti menyampaikan pendapat terhadap masalah dalam diskusi. Argumentasi yang diutarakan harus bersifat faktual dan logis. Dalam menyampaikan argumen pada saat debat biasanya orang yang mengeluarkan argumen akan terus mempertahankannya .
5.      Bercerita
6.      Musyawarah
Musyawarah mengandung arti perundingan, yaitu membicarakan suatu hal agar mencapai kata sepakat.
7.      Wawancara
Wawancara merupakan salah satu keterampilan berbicara yang digunakan sebagai metode pengumpulan bahan berita.

1 komentar: