KETERAMPILAN
BERBICARA
A.
Hakikat
Berbicara sebagai Aspek Keterampilan Berbahasa
Sunarti dan Anggraini,
Deri (2009: 34) menyatakan sebagai berikut.
Dalam
konteks komunikasi, pembicara berlaku sebagai pengirim (sender), sedangkan
penerima (receiver) adalah penerima warta (message). Warta terbentuk oleh
informasi yang disampaikan sender, dan message merupakan objek dari komunikasi.
Feedback muncul setelah warta diterima, dan merupakan reaksi dari penerima
pesan.
Dari uraian di atas
maka secara singkat dapat dikatakan bahwa proses komunikasi terjadi ketika
pengirim pesan menyampaikan pesan (warta) kepada penerima pesan, selanjutnya
penerima pesa akan memberi balikan (feedback)
kepada pengirim pesan.
Keterampilan berbicara
pada hakikatnya merupakan keterampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi
untuk menyampaikan kehendak, kebutuhan perasaan, dan keinginan kepada orang
lain. Dalam hal ini, kelengkapan alat ucap seseorang merupakan persyaratan
alamiah yang memungkinkan untuk memproduksi suatu ragam yang luas bunyi
artikulasi, tekanan, nada, kesenyapan, dan lagu bicara. Keterampilan ini juga
didasari oleh kepercayaan diri untuk berbicara secara wajar, jujur, benar, dan
bertanggungjawab dengan menghilangkan masalah psikologis seperti rasa malu,
rendah diri, ketegangan, dan berat lidah.
B.
Ragam
Berbicara
1. Pidato
Pidato adalah berbicara
di depan umum. Pidato yang bersifat ilmiah disebut dengan ceramah. Teks pidato
adalah bahan tertulis yang digunakan untuk berpidato. Bila teks tadi dibuat
sendiri oleh pemidato maka disebut naskah pidato.
2. Diskusi
a. Pengertian
diskusi
1) Dalam
arti luas, diskusi berarti memberikan jawaban atas pertanyaan atau pembicaraan
serius tentang suatu masalah objektif. Dalam proses ini orang mengemukakan
titik tolak pendapatnya, menjelaskan alasan, dan hubungan antarmasalah.
2) Dalam
arti sempit, diskusi berarti tukar-menukar pikiran yang terjadi di dalam
kelompok kecil atau kelompok besar.
b. Bentuk-bentuk
diskusi
1) Diskusi
Fak
Diskusi ini bertujuan
mengolah suatu bahan secara bersama-sama di bawah bimbingan seorang ahli.
2) Diskusi
Podium
Diskusi podium adalah
penjelasan masalah oleh wakil dari berbagai kelompok dan pendapat atau diskusi
yang diadakan oleh wakil-wakil terpilih bersama dengan atau tanpa plenum.
3) Forum
Diskusi
Forum diskusi merupakan
kombinasi dari beberapa bentuk dialog. Dalam percaturan politik para pemimpin
partai sering mengadakan forum diskusi secara terbuka dengan para pendengar
atau pemirsa televisi, untuk menjelaskan program, sikap, dan tujuan partainya.
4) Diskusi
Kausalis
Diskusi kausalis adalah
penelitian bersama atas suatu masalah konkret yang mengandung berbagai
kemungkinan jalan keluar yang tepat. Demi kelancaran diskusi dapat mengundang
seorang ahli untuk menjadi pengarah dan pendamping.
5) Diskusi
Panel
Diskusi panel adalah diskusi
yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk membahas suatu topik yang menjadi
perhatian umum di depan penonton atau pendengar.
3. Menyampaikan
Pengumuman
Menyampaikan pengumuman
berarti menyampaikan suatu hal yang perlu diketahui oleh khalayak umum.
4. Menyampaikan
Argumentasi
Menyampaikan
argumentasi berarti menyampaikan pendapat terhadap masalah dalam diskusi.
Argumentasi yang diutarakan harus bersifat faktual dan logis. Dalam
menyampaikan argumen pada saat debat biasanya orang yang mengeluarkan argumen akan
terus mempertahankannya .
5. Bercerita
6. Musyawarah
Musyawarah mengandung
arti perundingan, yaitu membicarakan suatu hal agar mencapai kata sepakat.
7. Wawancara
Wawancara merupakan
salah satu keterampilan berbicara yang digunakan sebagai metode pengumpulan bahan
berita.
izin copas gan ..
BalasHapus