Nasionalisme? Sudah pudarkah nasionalisme pada generasi muda?
Sist, bro... Janganlah berpikiran sempit tentang nasionalisme. Nasionalisme tidak hanya sekedar mencintai Bangsa ini dari ucapan saja, melainkan dari berbagai perbuatan. Coba deh, sekarang kalian tanya kepada orang-orang Indonesia yang ada di luar negeri. Apakah mereka lupa akan Indonesia? Saya yakin dengan tegas mereka akan menjawab "SAYA TIDAK PERNAH MELUPAKAN INDONNESIA!".
Kita harus bisa menjadi umat yang cerdas. Cintailah Bangsamu tanpa merendahkan Bangsa lain. Katanya cinta Indonesia? Tapi kok nggak mau belajar menjadi lebih baik dari bangsa lain? Ayolah Sist, Bro... Jangan naif dalam mengartikan nasionalisme. Membandingakan Indonesia dengan Bangsa lain BUKAN perwujudan dari TIDAK cinta Indonesia. Apa mau kita menjadi Bangsa yang tertinggal hanya karena kita tidak mau belajar dari Bangsa lain? Tentu tidak bukan.
Berikut ini cara-cara yang bisa kita lakukan sebagai generasi muda dalam mewujudkan cinta tanah air (tentunya hanya dari sudut pandang pribadi):
- Tidak pernah menghujat Indonesia ataupun merasa menyesal karena lahir di Indonesia.
- Selalu berusaha melakukan hal-hal yang berguna untuk Indonesia, meskipun itu hal kecil dan tidak mendapat penghargaan berarti dari orang lain. Setidaknya malaikat yang akan mencatat kebaikan kita.
- Menjadi generasi muda yang tidak pernah malas untuk kehidupan yang lebih baik.
- Selalu berkarya di setiap waktu.
- Jika bisa, harumkan nama Indonesia di kancah Internasional.
Manusia yang akan hidup di masa depan hanyalah manusia yang mampu berpikir global. Bukan manusia yang merasa nyaman tinggal di suatu tempat yang terlanjur aman. Bukankah untuk menjadi pintar kita perlu belajar? Begitupun dengan Indonesia. Kita perlu melihat negara lain sebagai sumber belajar. Tapi, jika ada yang bertanya "Bangsa mana yang harus menjadi contoh? Amerika? Negara adikuasa penganut kebebasan itu?". Di sinilah letak objektifitas yang kita perlukan. Bukan Amerika dengan paham liberalisme sekaligus negara penjajah yang kita lihat. Tetapi etos kerja yang ada di sana. Jangan khawatir... Indonesia punya filter yang luar biasa kok. Kita punya Pancasila dan UUD 1945 yang bisa menjadi filter dalam semua hal yang masuk dalam denyut nadi Bangsa Indonesia.
Masih merasa pesimis dengan kemampuan besar bangsa Indonesia? Sist, Bro... Saatnya kita bangkit dan berhenti untuk sekedar berorasi. Kita bisa mendapatkan hal lebih dari sekedar melakukan demonstrasi dan berorasi. Bukan melarang untuk melakukan demonstrasi, tapi coba deh dikalkulasi. Sebenarnya demonstrasi itu menguntungkan atau merugikan? Di satu sisi, kita meras puas karena dapat menyampaikan aspirasi meskipun harus dengan berpanas-panasan turun ke jalan.Tapi ketika demonstrasi itu sudah berujung pada tindakan anarkis, apakah itu menguntungkan? Apakah ini potret kaum terpelajar Indonesia? Ckckckc... Lebih memprihatinkan lagi hal itu dilakukan oleh MAHASISWA yang notabene kaum sangat terpelajar.
Jadi, apakah menyampaikan aspirasi itu hanya melalui demonstrasi?
Come on, guys... Kita hidup di era teknologi, bukan di Zaman Dinosaurus yang nggak kenal teknologi.
Berikut ini beberapa cara cerdas untuk mengungkapkan pendapat:
- Membuat forum diskusi cerdas yang membahas suatu topik tertentu dan berusaha mempublikasikannya.
- Menulis sebuah artikel tentang pendapat pribadi yang tentunya masuk kategori "pendapat cerdas" dan dimuat dalam surat kabar.
- Membuat sebuah buku tentang pandangan terhadap isu tertentu.
- Membuat film pendek dan berusaha mempublikasikannya tentang kebijakan pemerintah yang dianggap perlu untuk ditinjau ulang.
Bukankah cara-cara seperti di atas terlihat lebih cerdas daripada demonstrasi yang harus berteriak-teriak, berpanas-panasan, mengganggu arus lalu lintas, merusak fasilitas umum, dsb. Demonstrasi boleh-boleh saja, tapi lakukan dengan cara yang CERDAS.
Era reformasi adalah era kebebasan, di mana kita bebas berpendapat tetapi harus tetap bertanggungjwab.
So... Ayo jadi generasi muda yang mencintai Indonesia dengan bersikap nasionalisme secara cerdas.
Sekian...
Terima Kasih...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar